kesit

Jakarta – Sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), masih terus membuka diri untuk menerima anggota baru. Calon-calon anggota yang akan bergabung sebelumnya harus mendaftarkan dirinya untuk selanjutnya mengikuti Orientasi Wartawan PWI.

Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan oleh PWI Jaya pada Rabu (17/3/2021). di Sekretariat PWI Jaya, Gedung Sasana Karya, Suryopranoto, Jakarta Pusat.

Dalam Orientasi Wartawan Angkatan Ke-8 Tahun 2021  ini terdapat 34 wartawan dari berbagai Media Massa, baik cetak maupun online yang mengikuti kegiatan ini.

Kesit Budi Handoyo, Sekretaris PWI Jaya, menjelaskan urgensi diadakannya kegiatan itu sebagai upaya untuk memberikan pembekalan kepada anggota baru. Mereka diharapkan mengetahui dan memahami tujuan PWI sebagai organisasi wartawan.

Selanjutnya Orientasi ini juga menjelaskan tentang hak dan kewajiban anggota PWI. Misalnya kewajiban untuk menaati Peraturan  Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

“Ini penting agar anggota bisa memahami tugas dan tanggung jawab mereka sebagai anggota PWI,” ucap Kesit, yang juga seorang pengamat sepak bola nasional.

Setelah mengikuti kegiatan ini, maka calon anggota ini akan disebut anggota muda. Mereka juga memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam konferensi PWI. Barulah setelah dua tahun menjadi anggota muda, mereka bisa menjadi anggota biasa.

Sementara Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah mengingatkan kepada peserta Orientasi bawah sebagai wartawan harus menerapkan kode etik jurnalistik, sebagai pedoman dalam menulis sebuah karya tulis.

 

Ia menambahkan, seorang wartawan juga harus melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, karena wartawan dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

“Sebagai wartawan harus melaksanakan hak dan kewajiban, dan menghormati hak asasi setiap orang, karena itu kita sebagai fungsi kontrol, kita juga di kontrol oleh masyarakat,” tegas Sayid.

Anggota Dewan Kehormatan PWI Jaya Dr M Yusuf mengatakan, PWI adalah organisasi Wartawan Independen dan profesional, tanpa membedakan agama, ras, baik suku maupun golongan.

Wartawan juga harus memberitakan secara seimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Selain kode etik dalam jurnalistik, Peraturan Dasar – Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) juga menjadi bahan materi dalam pemaparan.

Bertindak sebagai pemateri, Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, Anggota Dewan Kehormatan Dr M Yusuf Ms, SH.MH, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Jaya, Arman Suparman SH, dan Sekretaris II PWI Jaya Naek Pangaribuan. Kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan.